Thursday, January 31, 2013
Dorayaki - Japan
Di Indonesia, kue ini mulai diperkenalkan bersamaan dengan diputarnya seri anime Doraemon di televisi. Tokoh Doraemon mempunyai kegemaran makan kue dorayaki. Dorayaki di Indonesia sudah disesuaikan dengan selera lokal, antara lain dorayaki berisi cokelat atau keju.
Pada mulanya, Dorayaki hanya terdiri dari satu lembar kue bundar dengan pinggiran yang dilipat sedikit hingga berbentuk segi empat. Di bagian tengah kue diberi selai kacang azuki. Pada tahun 1914, perusahaan kue Usagiya memperkenalkan dorayaki yang dibuat dari adonan castella dan terdiri dari dua lembar panekuk.Dorayaki yang terdiri dari dua lembar panekuk dan berbentuk bundar kemudian menjadi populer di seluruh Jepang. Di daerah Kansai (Osaka atau Nara), kue ini juga dikenal dengan nama mikasa(三笠). Kue ini diberi nama dorayaki karena bentuknya yang mirip gong (bahasa Jepang: dora).Menurut cerita lain, samurai bernama Saito Musashibo Benkei adalah pencipta kue ini. Benkei menderita luka-luka dan harus dirawat di rumah penduduk. Setelah sembuh, Benkei memanggang adonan dari campuran air dan tepung terigu di atas gong.Hasilnya berupa kue bundar berisi selai kacang merah yang diberikan kepada orang yang merawatnya sebagai ucapan terima kasih.
Lihat cara membuat dorayaki
Mengapa Orang Yahudi Banyak yang Pintar
MENGAPA ORANG YAHUDI BANYAK YANG
PINTAR?
Tanpa bermaksud untuk
mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi
informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul
Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA
tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon
ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.
Mengapa Orang Yahudi, rata-rata
pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :
Ternyata, bila seorang Yahudi
Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi
dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga
segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli
lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang
tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang
lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk
anaknya yang masih didalam kandungan.
Setelah anak lahir, bagi sang ibu
yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan
susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging
ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena
mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping
itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).
Menu diatur sedemikian rupa
sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging
bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging
hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan
saja, bila makan daging, hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun,
mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi
dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas
berkerja.
Subscribe to:
Posts (Atom)








